Tuesday, January 15, 2013

Cara Memilih Indikator Trading Yang Tepat


Cara memilih Indikator Tradingdengan tepat dan lihai sangatlah diperlukan dalam permainan trading forex. Pemilihan indikator trading yang tepat akan sangat berpengaruh pada fungsi indikator yang digunakan sebagai entry untuk kapan membeli ( BUY ) dan kapan kita menjual ( SELL ). Sebagai langkah awal, kita akan membahas dan mempelajari tentang indikator standard yang ada dalam platform Meta Trader yang dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

Indikator yang bersifat Oscillator
Indikator ini biasanya tidak menempel dalam chart dan mempunyai nilai tersendiri di suatu range tertentu. Beberapa indikator yang masuk dalam kategori oscillator adalah : Avarage True Range, Bears power, Bulls Power, DeMarket, Envelopes, Force Index, Ichimoku kinko hyo, MACD, Momentum, Moving Avarage of Oscillator, Relative Strenght Index, Relative Vigor Index, Stochastic Oscillator, Williams’ Percent Range.

Indikator berdasarkan Volume
Indikator ini menggunakan volume transaksi sebagai basis perhitungan yang berguna untuk mengetahui psikologi pelaku pasar, seperti Accumulation/Distribution, Money Flow Index, On Balance Volume dan Volumes.

Indikator ini sangat berguna untuk mengtahui apakah saat ini market forex sedang uptrend ataudowntrend. Indikator ini menempel pada grafik di dalam chart. Contohnya: Average Directional Movement Index, Bolling Bands, Commosity Channel Index, Moving Average, Parabolic SAR dan Standard Deviation.

Indikator Bill William
Indikator ini adalah sistem trading yang diciptakan oleh 'Bill William', yang sangat berguna untuk mengukur percepatan dan perlambatan harga dari kekuatan pergerakan harga atau mengevaluasi efisiensi dari pergerakan harga.Jenis indikator ini adalah: Accelerator Oscillator, Aligator, Awesome Oscillator, Fractals, Gator Oscillator dan Market Facilitation Index.

Indikator lainnya atau Costum Indicator
Costum Indicator adalah indikator dalam Meta Trader 4 yang sudah di setting secara default. Untuk penggunaannya kita cukup attach indicator kedalam grafik.

Menentukan Rule

Setelah mengetahui jenis indikator, sekarang saatnya kita menentukan Rule untuk membuat EA dari beberapa indikator tersebut mana yang akan Anda gunakan untuk membuat EA? Sudahkah Anda menentukan Entry untuk Buy dan Entry untuk Sell? Jika belum menentukan rulenya, alahkah baiknya Anda mencoba dari beberapa indikator yang sudah di bahas dan cobalah di demo account terlebih dahulu. Selain memilih indikator yang akan digunakan, ada beberapa hal yang sangat penting, yaitu menentukan berapa Take Profit yang diinginkan, Stop Loss yang akan dipakai untuk meminimalkan risiko, serta Time Frame yang tepat dalam penggunaan indikator tersebut. Hal ini yang perlu dilakukan secara disiplin agar kita bisa menentukan beberapa indikator yang pas dan cocok untuk dibuat menjadi EA.

Jika sudah menentukan indikator beserta Entry nya, maka kita akan mempelajari tentang jenis-jenis sistem trading forex, agar bisa mengetahui karakteristik dari beberapa sistem trading. Biasanya, sebuah program EA ataupun indikator menecerminkan karakteristik pembuatnya. Jika Anda termasuk orang yang kurang sabar dan ingin cepat profit, biasanya lebih suka tipe atau jenis sistem trading Scapling. Sedangkang jika Anda orangnya sabar dan banyak kesibukan, biasanya akan memilih sistem trading tipe Long Term. Lalu, termasuk tipe apakah Anda? Untuk lebih jelasnya tunggu artikel selanjutnya tentang jenis-jenis sistem trading forex.

Sumber : tokotuaforex.blogspot.com

Monday, January 14, 2013

Jenis Sistem Trading Forex Lengkap


Jenis SistemTrading Forex LengkapPada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang jenis system trading yang sering dipakai dalam pembuatan expert advisor robot trading. Biasanya sistem tersebut dibuat sesuai gaya dan karakter trading masing-masing trader, dan sistem tersebut dikonsepkan ke dalam sebuah program untuk dijadikan robot trading (EA). Oleh sebab itu memahami jenis - jenis sistem trading sebelum membuat expert advisor adalah hal yang penting. Berikut ini adalah beberapa jenis sistem trading yang sering digunakan oleh para trader.

Sistem Martiagle
Sistem Martiagle atau yang juga dikenal dengan sistem averaging, mempunyai prinsip dan konsep tentang bagaimana kita menebus kesalahan dengan membuka posisi baru yang searah, dengan menggunakan lot berlipat. Dengan harapan posisi baru tersebut bisa mendatangkan profit, dan profitnya bisa digunakan menutup kerugian.

Contoh:
Kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1 pada harga 2.100, tetapi ternyata harga bergerak turun ke level 2.050 sehingga mengalami floating loss sebesar - 50 (minus 50 pips). Kemudian kita kembali melakukan open buy dengan lots 0.2 di harga 2.050 pada saat itu juga. Dengan begitu, kini berarti 2 open position. Posisi pertama adalah floating loss sebesar -50 dan posisi kedua 0. Bila harga kemudian naik menuju 2.100 maka posisi pertama menjadi 0 (BEP) dan posisi kedua menjadi profit 100 (lots 0.2 x 50 pips = 100 | lots 0.2 maka 1 pips = $2).

Sistem Scalping
Sistem ini sering diartikan sebagai sistem kutu loncat. Gaya trading ini sangat aktif dan biasanya hanya mengambil keuntungan kecil 2-15 pips. Trader menyimpan posisi dalam hitungan menit bahkan detik. Prinsip trader ini, walaupun profitnya kecil, namun karena dilakukan dalam frekuensi  tinggi, total keuntungannya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Contoh:
Kita melakukan open sell GBP/USD dengan harga berada di level 3.500 dan lots 0.2, lalu harga ternyata turun hingga 3.490. Bagi para pecinta scalping, maka akan segera melakukan close order sebelum harga berbalik arah menuju tren naik. Itu karena dengan posisi ini, trader sudah mendapat keuntungan sebesar $10 (jika lots 0.1 maka 1 pips adalah $1).

Paratrader yang melakukan trading forex dengan menggunakan sistem scalping ini juga dikenal dengan sebutan scalper. Dan apabila kita berbicara tentang scalper ada dua jenis scalper, yaitu:

Scalper aktif
Scalper aktif adalah seorang scalper yang melakukan trading puluhan kali dalam satu hari. Biasanya trader ini jeli dalam menganalisis sinyal dan memiliki sikap yang ulet.

Scalper pasif
Scalper pasif adalah scalper yang lebih mengutamakan kualitas lots daripada jumlah pips. Jadi sekalinya si trader memperoleh profit, maka ia akan mendapatkan untung yang besar (bahkan sangat besar). Scalper pasif hanya melakukan 2-3 kali trading dalam sehari.
Hal yang sangat perlu diperhatikan oleh seorang scalper adalah kecepatan koneksi dengan server broker forexnya, serta mencari broker yang mempunyai spread rendah dengan kisaran 1-2 poin. Karena scalper mempunyai target kecil, maka koneksi dan spread menjadi sangat penting.

Sistem Hedging
Sistem hedging adalah suatu keadaan dimana kita membuka 2 posisi berlawanan (Buy dan Sell) dengan mata uang sama, dan dengan lots yang sama. Hedging dipergunakan jika harga berbalik arah dan trader mau kerugian bertambah besar tanpa melakukan cut loss.

Contoh:
Anggaplah kita open buy EUR/USD dengan lots 0.1, kenudian harga tersebut ternyata berbalik arah (turun). Dan posisi floating loss sampai 15 pips. Maka kita akan melakukan open sell dengan lots yang sama. Sehingga kerugian di - lock pada level 15 pips. Meskipun harga bergerak ke arah manapun, maka floating tetap berada di level 15 pips

Sistem Long Term
Sistem ini mengambil keuntungan dari fluktuasi harga dalam periode panjang. Biasanya time horizon-nya adalah dalam hitungan mingguan sampai bulanan. Sistem ini sering kali disukai oleh para swing trader dan position trader.

Sumber : tokotuaforex.blogspot.com